Baru-baru ini sedang heboh mengenai iPhone 5. Banyak orang yang rela antri untuk mendapatkan gejet dari Apple yang mahal (untuk kebanyakan orang Indonesia) dan keren tersebut. Beberapa saat yang lalu saya menemukan retweet-an tweet yang lumayan menggelitik atau malah mungkin menohok *jleb* terkait iPhone 5.
Orang-orang yg antri iPhone5 besok semoga bukan orang-orang yg ngeluh saat subsidi BBM dicabut. :)
—
Hey Teteh!!! (@falla_adinda) December 13, 2012
Hmm… Terkadang saya heran dengan orang-orang tersebut, untuk mendapatkan barang mahal mereka rela antri. Seperti (maaf) orang yang kurang mampu terpaksa antri demi mendapatkan jatah raskin. Saya pun berpikir mereka bener-bener orang kaya atau setidaknya lebih dari cukup. Terkait dengan tweet tadi, ada beberapa pertanyaan yang muncul dari dalam diri saya:
- Apakah dalam berkendara mereka menggunakan BBM bersubsidi atau lebih memilih BBM non-subsidi?
- Apakah mereka tidak mengeluh atau bersikap cuek saja saat BBM bersubsidi dicabut (setidaknya dicabut untuk mereka)?
Saya harap sih orang-orang tersebut bijak, mereka memilih menggunakan BBM non-subsidi. Kan mereka orang yang mampu dan BBM bersubsidi itu diperuntukan untuk golongan yang tidak mampu (kata iklan sih).
Selamat pagi! Hehehehe…








kalo mesin saya dikasih non-subsidi bisa tiwas, maklum motor tua,
kadang yo pake campur
*wong keren numpak cebe
wa ya sama pak. mesin saya juga mesin tua