Sambat seorang guru

Pagi-pagi ngopi bareng istri sambil mendengarkan cerita di sekolah tempat istri mengajar. Banyak hal yang diceritakan istri, dari murid yang bikin anyel, kondisi keuangan sekolah (maklum sekolah swasta di pelosok desa di Sleman) sampai ke masalah bantuan/beasiswa. Untuk cerita mengenai bantuan/beasiswa ini sedikit menarik perhatian saya. Sambil mendengarkan cerita tentang masalah itu (bantuan/beasiswa) tangan saya asyik ngetwit mengenai sambatnya (keluhan -jawa) istri saya. Berikut ini beberapa kata-kata yang saya twitkan:








Respon

Dari iseng ngetwit tentang masalah tersebut, ada beberapa mention di twitter yang merespon:








Yah, begitulah kira-kira kondisi Indonesia Raya tercinta ini :(

About these ads
Tagged with: , , , ,
Posted in Others
2 comments on “Sambat seorang guru
  1. Orang yang tidak takut kelihatan miskin, malah akan menjadi kaya. Orang yang takut kelihatan miskin, sangat beresiko menjadi miskin

  2. go2n says:

    Betul pak dos! Ane sefaham sama ente XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

about.me

Biasa dipanggil dengan paraban Gogon. Anaknya orang nggunung, punya istri orang ndesa. Seorang suami dan seorang bapak satu anak yang gagal menjadi programmer. Seorang mahasiswa jurusan Teknik Agama dan Sastra Nuklir.

Pengguna KDE di mesin Acer 4740G dengan distribusi Arch Linux dan ThinkPad X220 dengan distribusi openSUSE.

Archives
  • 25,853 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,386 other followers

%d bloggers like this: